Kamis, November 20, 2008

Sekolah Lagi ....



Alhamdulillah, mulai hari Senin kemarin kesehatan Icha semakin membaik. Bu Guru kelas 1 Al Kindi (Bu Rara & Bu Sri) juga dua orang teman beserta mamanya datang menjenguk Icha hari Jumat kemarin. Tapi ibu lagi ga dirumah ya, jadi ga ketemu mereka deh. Terima kasih semua ..., atas kedatangan dan juga doanya. Juga terima kasih untuk Mama Niya, Mama Ghina yang selalu menanyakan perkembangan kesehatannya Icha. Terima kasih juga tuk Mama Qila dan Qilanya juga yang udah dateng ke rumah malem2 dan hujan lagi. Kalau Mama Qila ga dateng bawa surat edaran sekolah, bisa2 Icha masuk sekolah pas sekolah lagi libur hi .... hi.... hi... . Terima kasih nenek (maksudnya ibu ku) yang jauh2 dateng dari Rawamangun yang ijuga kut begadang jagain Icha. Terima kasih Mama Ayra atas supportnya. Pokoke thanks lah buat semuanya atas doa2 dan supportnya sehingga sekarang Icha bisa sehat lagi . Sebenernya hari Selasa kemarin mau masuk sekolah, tapi pas senin siang Bu Rara SMS, katanya hari selasa besok libur soalnya siswa kelas 4,5,6 study tour ke Kidzania. Nah, hari Rabunya giliran siswa kelas 1,2,3 yang study tour ke Kidzania. Berhubung Icha belum sehat betul (masih kayak orang bingung ???) akhirnya ayah-ibu putusin kalau Icha untuk kali ini ga ikut kegiatan ini dulu. Mudah2an kamu ga sedih ya Cha. Lain waktu bisa kesana lagi. Lumayan juga kan dapat tambahan libur 2 hari, bisa untuk belajar. Oh iya, harus mulai semangat lagi belajarnya. Icha kan ketinggalan 1 minggu ulangan formatif pas sakit kemarin. Pokoknya tetap semangat !!! Obat dari dokter yang terakhir untuk hari ini, hore .... main sepeda lagi .....hore .... main karet lagi ...... hore lari2an lagi ....... hore .... main air lagi (paling sebel deh ibu kalo icha udah mainan air lagi).

Jumat, November 14, 2008

Belum Sembuh Juga



Sampai hari ini sariawannya Icha belum juga sembuh. Badannya kadang masih demam, akhirnya pagi tadi kita bawa lagi ke RS. Hermina. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dokter menganjurkan untuk cek darah. Soalnya dah panas 5 hari dan berat badan turun cukup banyak. Alhamdullilah hasil labnya bagus, thyphus negatif, DBD juga negatif. Sedikit tenang, mungkin panasnya hanya karena ada sedikit peradangan. Dokter SPA ini juga menyarankan untuk diperiksakan ke dokter gigi. Akhirnya setelah dari RS ini langsung ke dokter gigi di tempat lain deh (soalnya kalau disini adanya sore, males balik lagi hi ... hi ...hi ...).

Sampai di tempat dokter gigi..., ternyata penderitaan Icha mulai lagi disini. Setelah diperiksa dokter memutuskan untuk mencabut satu gigi lagi yang tajam dan kebetulan sudah goyang guna menghindari luka pada bibir lebih parah lagi. Karena untuk buka mulut aja susah (meringis nahan sakit...) dan obat penghilang sakit ga bisa bekerja sempurna pas giginya dicabut langsung nangis kuencenggg... banget. Sampai ga tega, kasihan ngeliatnya. Icha sampai bilang "Icha lebih suka di tusuk jarum suntik dari pada dicabut giginya". Alhasil sekarang gigi Icha ompong 4, atas 3 bawah 1. "Ga papa yang Cha, yang penting cepet sembuh. Sabar ya, tahan sedikit sakitnya", aku coba menghibur dia. Yang penting jaga mulut tetap bersih, banyak makan sayur dan buah, istirahat cukup, pinter minum obatnya, Insya Allah cepet sembuh. Ayah & ibu selalu didekat Icha, menjaga dan merawat Icha, selalu memberikan yang terbaik buat Icha. Dan selalu berdoa, seperti Icha mendoakan ibu waktu ibu sakit kemarin. "Ya Allah berikanlah kesembuhan untuk anakku". Amien.

Rabu, November 12, 2008

Wajah Baru

Hai hai hai ..... hari ini tampilan blog ku dah berubah. Biru cerah ....... walaupun contekan, tapi ini terinspirasi juga dari perjalanan tiap hari dari rumahku di Depok ke tempat kerja di Jakarta. Langit di Depok setiap pagi masih cerah, warnanya masih biru dengan awannya yang putih bersih. Tapi begitu sampai daerah Pasar Minggu udah deh, awannya mulai gelap, biru nya memudar tertutup asap. Apalagi ditengah kotanya langit tertutup asap pekat. Kapan ya langit Jakarta cerah lagi seperti dulu sewaktu aku masih kecil ???

Selasa, November 11, 2008

Menjaga gigi Anak Kita



Artikel menarik untuk para ortu yang mempunyai anak balita

Mengapa Gigi Tidak Teratur ?

ADA beberapa faktor membuat seseorang tampak indah dan menarik. Salah satunya senyum yang menawan dengan susunan gigi geligi rapih. Tetapi apakah setiap orang memiliki susunan gigi geligi yang baik dan teratur ? Jawabannya tentu tidak. Secara garis besar penyebab gigi tidak teratur adalah penyebab langsung dan tidak langsung.

A. Penyebab langsung.

1. Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya (premature loss). Gigi susu akan goyang akibat tekanan dari gigi tetap dan lama-kelamaan akan tanggal sesuai dengan waktu pergantiannya. Proses ini berlangsung normal secara fisiologis. Tetapi ada gigi susu yang tanggal sebelum waktunya karena beberapa hal, misalnya karena karies gigi atau trauma (benturan/jatuh). Hal ini menyebabkan gigi tetapnya kehilangan arah/petunjuk untuk tubuh dan terjadi penyempitan ruangan. Akibatnya gigi tetap akan tumbuh diluar lengkung gigi.

2. Gigi yang tidak tumbuh/tidak ada (missing teeth). Karena berbagai faktor ternyata tidak semua orang memiliki jumlah gigi yang normal, adakalanya gigi seseorang tidak tumbuh. Gigi geligi yang biasa tidak tumbuh pada rahang atas adalah gigi Insisivus (seri) pertama dan kedua, premolar (geraham kecil) kedua dan molar (geraham besar) ketiga. Sedangkan di rahang bawah gigi premolar kedua dan molar ketiga. Apabila seseorang mengalami kelainan ini, maka pada lengkung gigi dan rongga mulutnya terdapat ruangan kosong sehingga tampak celah antara gigi (diastema).

3. Gigi yang berlebih (supenumerary teeth). Kelainan ini merupakan kebalikan dari gigi yang tidak tumbuh. Gigi berlebih ditunjukan dengan pertumbuhan gigi lebih banyak jumlahnya dibandingkan jumlah normalnya. Apabila gigi berlebih tersebut timbul dalam lengkung gigi, akan menyebabkan gigi berjejal (crowding).

4. Tanggalnya gigi tetap. Gigi tetap terpaksa dicabut bila berlubang besar dan tidak mungkin lagi dilakukan penambalan, sehingga terdapat ruang kosong pada lengkung gigi dan gigi tampak renggang (diastema).

5. Gigi susu tidak tanggal walaupun gigi tetap penggantinya telah tumbuh (persistens). Kelainan gigi ini merupakan kebalikan dari kelainan premature loss. Dimana gigi tetap muncul diluar lengkung rahang dan tampak berjejal.

6. Bentuk gigi tetap tidak normal. Karena beberapa hal, seseorang bisa memiliki satu atau lebih gigi dengan bentuk tidak normal. Misalnya gigi seri kedua rahang atas yang bentuknya konus/pasak, sehingga lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Akibatnya terdapat ruang kosong antara gigi dan gigi tampak renggang.

7. Kebiasaan-kebiasaan buruk. Anak-anak yang sering melakukan kebiasaan buruk berulang-ulang dapat berakibat kelainan pada gigi dan jaringan pendukungnya. Beberapa kebiasaan buruk itu adalah :

- Bernapas lewat mulut. Jika anak mengalami gangguan pada rongga hidung, maka dia akan bernapas melalui mulut. Bila hal ini dilakukan terus-menerus dapat mengakibatkan kelainan berupa gigi depan rahang atas bisa meronggos (protusif) dan gigitan depan menjadi terbuka (open bite).

- Mengisap jari. Kebiasaan mengisap jari pada anak-anak timbul pada usia 1-2 tahun. Jika dibiarkan terus menerus sampai usia 5 tahun atau lebih dapat berakibat kelainan pada posisi gigi. Jari akan menekan gigi rahang atas ke depan dan gigi rahang bawah ke dalam, sehingga gigi tampak meronggos.

- Proses penelanan yang salah. Proses penelanan yang benar adalah posisi lidah berada pada langit-langit mulut dan mendorong makanan ke belakang. Sedang apabila proses penelanan salah, maka posisi lidah didorong maju dan berada diantara gigi depan rahang atas dan bawah. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut bisa mengakibatkan kelainan.

B. Penyebab tidak langsung

Segala hal yang menyebabkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh, secara tidak langsung juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi geligi, seperti :

a. Faktor keturunan (genetika). Seorang anak yang mengalami kelainan posisi gigi bisa diturunkan dari kedua orang tuanya. Contohnya orang tua dengan kelainan skelatal (tulang rahang) kelas III Angle (cakil) kemungkinan akan mempunyai anak dengan kondisi gigi yang serupa. Faktor keturunan itu tidak bisa dicegah karena setiap orang tua pasti akan mewariskan gen-gen (sifat menurun) kepada anak-anaknya.

b. Faktor gangguan pada janin (kongenital). Berbagai gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi keadaan janin pada saat berada di dalam kandungan, misalnya ; mengkonsumsi obat-obatan pada saat hamil, menderita trauma /penyakit tertentu dan kurang gizi. Faktor kongenital ini harus menjadi perhatian bagi para calon orang tua. Terutama bagi ibu hamil agar hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan pada usia 8 - 14 minggu masa kehamilan. Sebab menurut para ahli saat usia inilah terjadinya pembentukan rahang atas dan bawah.

c. Gangguan keseimbangan kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin berfungsi menghasilkan hormon dalam tubuh untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Termasuk ini adalah kelenjar pituitary, thyroid dan parathyroid. Apabila ada kelainan pada kelenjar-kelenjar tersebut, maka dapat terjadi gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk rahang dan gigi.

Contohnya, bila hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary berlebih mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh melebihi normalnya atau gigantisme, dan gigi geligi menjadi renggang (diastema). Begitupula sebaliknya bila hormon yang dihasilkan kelenjar pituitary berkurang, maka pertumbuhan akan terhambat. Penderita menjadi kerdil dan creatism serta gigi geligi menjadi berjejal (crowding).

Setelah mengetahui penyebab gigi tidak teratur, maka perlu langkah-langkah untuk mencegahnya. Ketidakteraturan gigi dapat dicegah pada saat usia anak prasekolah dan sekolah dasar (3-11 tahun). Ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam mencegah gigi tidak teratur yaitu :

Pendekatan psykologis. Secara psykologis anak-anak belum peduli dengan keberhasilan dan kesehatan giginya. Oleh karena itu peran orang tualah untuk mengajarkan pada anak tentang perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Misalnya, memberi contoh dan membiasakan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur pada si anak.

Perawatan gigi anak. Setelah si anak secara psykologis sudah dapat menerima perawatan, maka butuh konsultasi ke dokter gigi untuk diambil tindakan bila dipandang perlu. Seperti mencabut gigi susu yang belum tanggal sedangkan gigi tetapnya sudah tumbuh. Penambalan gigi susu yang berlubang agar tidak tanggal sebelum waktunya. Pembuatan alat (space maintainer) untuk mempertahankan posisi ruangan gigi yang telah tanggal sebelum waktunya.

Mencegah dan menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh anak-anak, seperti mengisap jari, bernapas melalui mulut dan proses penelanan yang salah.

Oleh karena itu orang tualah harus mengetahui kebiasaan buruk si anak dan mencegahnya sejak dini. Bila anak sudah melakukan kebiasaan buruk, maka orang tua segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut sebelum terjadi kelainan gigi.(drg. Faizal Rachman/ RS Roemani Muhammadiyah Semarang-35)

GIGI SUSU




Sedih deh, sudah dua hari ini Icha demam, badannya panas. Dibibir bagian atas dan bawahnya luka. Luka bukan karena sariawan, tapi luka karena gigi. Ceritanya hari senin tanggal 3 November lalu ada pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah Icha. Ada check up kesehatan umum, gizi, mata dan gigi. Kesehatan yang lain alhamdulillah baik2 saja, tapi pas pemeriksaan gigi ada 2 gigi susu bagian atas yang sudah mulai goyang (otek). Oleh dokter gigi tsb, akhirnya gigi Icha dicopot (jadi ompong deh, kan yang bawah udah copot satu .kek ... kek...). 5 hari setelah gigi dicopot ga ada masalah, pas hari keenam mulai kelihatan ada luka kecil dibibir bagian bawah. Setelah diperhatikan oh ternyata luka karena gigi ki-ka yang ga kecabut ga rata alias tajem. Ditambah lagi kebiasaan Icha yang ga bisa hilang sampai sekarang "ngenyut" jempol tangan. Kebiasaan ini yang bikin puesssinnngg ... Dari dulu segala macam cara udah dicoba untuk ngilangin "penyakit" lamanya Icha. Mulai dari jempol di plester, di kasih balsem, di kasih cabe sampai di kasih "brotowali" yang pahit abis juga ga mempan. Memang sih ngenyutnya kalau pas mau tidur aja, ga lama juga tapi tetap aja ga baik. Jagi was was terus, jangan-jangan tangannya kotor, nanti giginya rusak, tumbuhnya ga bagus, dll. Mulai dari pendekatan baik2, sampai dicabut paksa juga pernah. Kalau udah gitu sembuh beberapa hari alias ga ngenyut lagi. Besoknya diulang lagi.

Nah kembali ke sakit yang sekarang, kemarin sore dah di bawa ke dokter langganan. Dokternya aja sampai heran begitu tau si Icha masih ngenyut dah gede segitu.Jadi digodain gitu deh, Ichanya malu juga akhirnya (padahal biasanya cuek bebek hi...hi...) .Dan untuk sementara ini kayaknya Icha dah kapok, ga ngenyut dulu sementara waktu. Tapi mudah2 an stop untuk selamanya. Amien... Biar kamu tetap sehat dan gigi kamu tumbuh bagus ya Cha ....